Vertical Globe Comrades: Tumpahan Hati (Ymer)

Kamis, 24 April 2008

Tumpahan Hati (Ymer)

Semangatlah komrad( Part1)

Hidup itu melelahkan. Membuat jenuh. Berat. Penuh risiko, dan seringkali kita kesal dengan apa yang terjadi pada hidup kita.

Jika anda sedang memiliki masalah —terutama berkaitan dengan kejenuhan hidup—silakan teruskan membaca artikel ini. Tapi, jika anda tidak memiliki masalah, terlebih sedang bersenang-senang saat ini, saya ikut bahagia atas kesenangan anda, dan jangan lupa untuk bersyukur kepada tuhan—apa pun kepercayaan anda.

Jika memiliki masalah berat, terkadang saya ingin sesekali berganti tubuh dan menjadi orang lain agar bisa mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan orang lain yang tidak saya dapatkan jika saya tetap berada pada tubuh ini.

Bagaimana dengan anda? Pernah merasa demikian?

Itukah masalahnya? Kebahagiaan? Well, tidak semua masalah berujung pada kurangnya kebahagiaan.

Bagaimana definisi orang yang berbahagia menurut anda?

Serta-merta anda menjawab: tentu orang yang berbahagia adalah orang yang tidak kekurangan suatu apa pun dalam hidupnya. Segala kebutuhannya mampu ia penuhi.

Uang, cinta dari orang yang ia harapkan mencintai kita, hiburan, kehormatan, kesehatan untuk dapat menikmati itu semua, dan yang terakhir—yang sering kita lupakan entah dengan sengaja atau tidak—adalah kebahagiaan saat kita beribadah. Berinteraksi dengan Sang Pencipta. Menyadari arti bahagia sesungguhnya.

Tapi tunggu dulu, mari kita terlebih dahulu ber-hedonis ria sejenak, sebelum berangkat pada nilai-nilai yang akan saya coba berikan di belakang. Saya tidak bermaksud menganggu pikiran anda, sungguh. jika anda memiliki waktu luang yang cukup, silakan membaca artikel ini..

Ini adalah sebuah pengalaman yang mungkin bisa anda ambil sedikit hikmahnya.

Ada masanya dulu ketika saya ingin sekali bertukar kehidupan dengan orang lain yang sukses, dalam segala hal secara duniawi. Berparas menarik, kaya, dihormati, mendapat pasangan hidup sesuai dambaan, terkenal, teman yang banyak dan—tentu saja—sehat untuk bisa berhura-hura menikmati hidup. Ingin sekali saya mendapatkan kesempatan itu.

Sekali lagi Bagaimana dengan anda?

Oke, mari kita pertegas maksud dari tulisan yang bukan-bukan ini.

Jika anda saat ini berada dalam keadaan serba berkecukupan—bahkan lebih, memiliki apa yang anda inginkan—dengan kata lain sedang menikmati hidup. Ingatlah, saudaraku seAdam, bahwa hidup ini tidak akan abadi. Waktu semakin hari semakin habis. Tidak ada keadaan yang pasti dalam hidup ini. Bahkan jika anda sedang berada pada posisi paling tinggi dan nyaman sekalipun, semuanya akan berakhir, karena anda akan mati. Silakan melupakannya tapi tetap anda akan mati suatu saat nanti.

Jika anda sedang dalam keadaan tertekan, depresi, ingin membaca sesuatu untuk anda jadikan sedikit dukungan moril, maka andalah sasaran saya menulis. Nah, mari kita mulai

Kita terlalu hebat dan terlalu luar biasa untuk menyerah begitu saja kepada kehidupan. Bekal yang Tuhan berikan sangat lengkap untuk kita kembangkan menjadi sesuatu yang bisa membuat kita sangat menikmati, dan menghargai hidup.

Tidak ada komentar: